Cara Install Ubuntu 24.04 LTS di PC atau Laptop: Panduan Lengkap dari USB

Pilih Try Ubuntu untuk menjalankan Ubuntu dari USB tanpa memasangnya secara permanen. Mode ini dapat digunakan untuk memeriksa Wi-Fi, Bluetooth, audio, keyboard, touchpad, layar, webcam, dan perangkat lainnya. Canonical juga menyediakan mode Try Ubuntu untuk menguji sistem sebelum instalasi.

Jika semuanya berjalan normal, klik Install Ubuntu untuk memulai instalasi permanen.

ISO tidak cukup hanya disalin ke flashdisk seperti menyalin file biasa. Image harus ditulis ke USB menggunakan software pembuat media bootable.

Canonical dalam tutorial instalasinya menggunakan balenaEtcher sebagai salah satu contoh aplikasi untuk membuat USB installer. Proses tersebut akan menghapus isi flashdisk, sehingga pastikan tidak ada data penting di dalamnya.

  1. Hubungkan flashdisk ke komputer.
  2. Buka aplikasi pembuat USB bootable.
  3. Pilih ISO Ubuntu 24.04 LTS.
  4. Pilih flashdisk yang benar.
  5. Mulai proses penulisan image.
  6. Tunggu sampai proses selesai.
  7. Lepaskan USB dengan aman.

Periksa kembali drive target sebelum memulai proses. Salah memilih drive dapat menyebabkan data pada media tersebut terhapus.

4. Boot Komputer dari USB

Masukkan flashdisk installer ke PC atau laptop kemudian restart komputer.

Saat proses boot berlangsung, buka Boot Menu. Tombolnya bergantung pada produsen perangkat. F12 merupakan salah satu tombol yang umum digunakan, tetapi Escape, F2, dan F10 juga dapat digunakan pada sejumlah perangkat.

Pilih flashdisk Ubuntu dari daftar perangkat boot.

Jika USB tidak muncul, jangan langsung mengubah banyak pengaturan BIOS/UEFI. Periksa terlebih dahulu apakah flashdisk terdeteksi dan apakah media bootable dibuat dengan benar.

5. Jalankan Try Ubuntu Terlebih Dahulu

Jika tersedia pilihan untuk mencoba Ubuntu tanpa instalasi, manfaatkan fitur tersebut.

Mode live berguna untuk memastikan komputer dapat menjalankan Ubuntu sebelum sistem lama disentuh.

Periksa:

  • Wi-Fi.
  • Bluetooth.
  • Speaker.
  • Mikrofon.
  • Keyboard.
  • Touchpad.
  • Webcam.
  • Resolusi layar.
  • Port USB.

Jika perangkat penting tidak berfungsi, lebih baik cari penyebabnya sekarang daripada mengetahui masalah tersebut setelah Windows terhapus.

6. Mulai Instalasi Ubuntu

Jika Ubuntu berjalan normal dalam mode live, pilih shortcut Install Ubuntu untuk memulai pemasangan.

Installer kemudian akan meminta beberapa konfigurasi dasar seperti bahasa, keyboard, jaringan, jenis instalasi, dan penyimpanan.

7. Pilih Bahasa dan Accessibility

Pilih bahasa yang ingin digunakan pada installer. Ubuntu juga menyediakan pengaturan accessibility bagi pengguna yang membutuhkannya.

Gunakan pengaturan yang nyaman karena beberapa pilihan dapat digunakan untuk membantu proses instalasi.

8. Atur Keyboard

Pilih layout keyboard yang sesuai dengan keyboard fisik.

Jika tidak yakin, gunakan fitur pengujian keyboard untuk memastikan tombol dan karakter yang diketik sesuai.

9. Hubungkan ke Internet

Koneksi internet selama instalasi dapat membantu Ubuntu mengambil pembaruan serta komponen tambahan. Canonical juga menyebut koneksi jaringan dapat membantu memperoleh driver pihak ketiga seperti driver grafis NVIDIA ketika opsi tersebut tersedia.

Jika internet tidak tersedia, proses instalasi tetap dapat dilanjutkan dalam kondisi yang didukung installer. Pembaruan dapat dilakukan setelah sistem masuk desktop.

10. Pilih Jenis Instalasi

Ubuntu Desktop menyediakan alur instalasi interaktif sebagai pilihan utama. Installer juga dapat menyediakan pilihan instalasi dengan paket aplikasi berbeda sesuai kebutuhan.

Untuk pengguna baru, gunakan pilihan standar dan hindari konfigurasi lanjutan jika belum memahami konsekuensinya.

11. Pilih Aplikasi dan Software Tambahan

Installer dapat memberikan pilihan untuk memasang software pihak ketiga. Pada perangkat tertentu, pilihan ini dapat membantu dukungan hardware dan format media tambahan.

Jika koneksi internet tersedia, pilihan software pihak ketiga dapat dipertimbangkan terutama jika komputer membutuhkan dukungan perangkat keras tertentu.

12. Tentukan Penggunaan Drive

Ini adalah salah satu tahap terpenting.

Jika Ingin Menghapus Sistem Lama

Pilih opsi yang menggunakan drive untuk Ubuntu hanya jika kamu benar-benar yakin tidak membutuhkan sistem operasi dan data yang berada pada drive tersebut.

Jika Ingin Dual Boot dengan Windows

Pilih opsi untuk memasang Ubuntu berdampingan dengan Windows jika installer menyediakan konfigurasi yang sesuai.

Periksa kapasitas ruang yang diberikan kepada Ubuntu sebelum melanjutkan.

Jika Ingin Mengatur Partisi Sendiri

Gunakan konfigurasi manual hanya jika sudah memahami fungsi partisi EFI, filesystem Linux, mount point, dan ruang swap.

Untuk pemula, konfigurasi otomatis biasanya lebih aman daripada menghapus atau mengubah partisi secara manual tanpa memahami struktur drive.

13. Waspadai BitLocker pada Windows

Jika komputer menggunakan Windows dengan BitLocker atau enkripsi perangkat, periksa status enkripsi sebelum mencoba instalasi dual boot.

Pastikan recovery key Windows sudah disimpan di tempat yang aman.

Jangan menonaktifkan fitur keamanan Windows secara sembarangan. Jika installer memberi peringatan mengenai BitLocker, ikuti dokumentasi resmi dan pahami konsekuensinya sebelum mengubah konfigurasi.

14. Periksa Intel RST

Beberapa PC dan laptop menggunakan Intel Rapid Storage Technology (RST). Ubuntu mencatat bahwa konfigurasi RST tertentu tidak didukung secara langsung oleh installer dan dapat menyebabkan proses instalasi tidak dapat dilanjutkan sampai konfigurasi tersebut ditangani.

Jika muncul peringatan RST, jangan asal mengubah mode storage di BIOS/UEFI. Perubahan yang salah dapat menyebabkan Windows gagal melakukan boot.

Identifikasi terlebih dahulu konfigurasi perangkat dan ikuti panduan resmi Ubuntu untuk kasus RST.

15. Atur Zona Waktu

Pilih zona waktu sesuai lokasi penggunaan komputer.

Untuk pengguna Indonesia, pilih zona yang sesuai dengan wilayah:

  • WIB untuk wilayah Indonesia bagian barat.
  • WITA untuk wilayah Indonesia bagian tengah.
  • WIT untuk wilayah Indonesia bagian timur.

Zona waktu yang benar penting untuk jadwal, log sistem, sertifikat, aplikasi, dan layanan yang menggunakan informasi waktu.

16. Buat Akun Ubuntu

Masukkan nama pengguna, nama komputer, username, dan password.

Gunakan password yang tidak mudah ditebak. Jangan menggunakan password yang sama dengan akun penting seperti email atau perbankan.

Jika komputer merupakan laptop yang sering dibawa keluar rumah, pertimbangkan keamanan login dengan serius dan jangan menggunakan konfigurasi otomatis login hanya demi kenyamanan.

17. Periksa Ringkasan Sebelum Instalasi

Sebelum menekan tombol untuk memulai instalasi, berhenti sejenak dan periksa kembali konfigurasi.

  • Apakah drive yang dipilih sudah benar?
  • Apakah Windows akan dipertahankan?
  • Apakah ruang penyimpanan sudah sesuai?
  • Apakah backup sudah tersedia?
  • Apakah keyboard dan zona waktu benar?

Jika semuanya sesuai, lanjutkan instalasi.

18. Tunggu Proses Instalasi

Ubuntu akan menyalin file sistem dan melakukan konfigurasi pada drive.

Jangan mematikan komputer atau mencabut media instalasi ketika proses masih berlangsung.

Waktu yang dibutuhkan bergantung pada kecepatan SSD atau hard disk, USB, prosesor, dan konfigurasi instalasi.

19. Restart Setelah Instalasi

Setelah proses selesai, Ubuntu akan meminta komputer melakukan restart.

Pada saat diminta, lepaskan flashdisk installer lalu tekan Enter jika diperlukan. Canonical juga menjelaskan bahwa setelah restart pengguna akan masuk ke layar login Ubuntu.

20. Login ke Ubuntu untuk Pertama Kali

Masukkan username dan password yang dibuat sebelumnya.

Setelah masuk desktop, jangan buru-buru memasang banyak aplikasi. Periksa terlebih dahulu apakah hardware utama bekerja normal.

21. Lakukan Update Setelah Instalasi

Update merupakan salah satu langkah pertama yang sebaiknya dilakukan setelah instalasi baru.

Ubuntu menyediakan Software Updater untuk proses grafis. Kamu juga dapat menggunakan Terminal:

sudo apt update
sudo apt upgrade

Perintah pertama memperbarui informasi paket, sedangkan perintah kedua memasang pembaruan yang tersedia.

Canonical juga merekomendasikan melakukan update setelah instalasi baru.

22. Periksa Driver

Setelah sistem diperbarui, periksa perangkat keras yang digunakan.

Perhatikan terutama:

  • GPU.
  • Wi-Fi.
  • Bluetooth.
  • Audio.
  • Touchpad.
  • Printer.
  • Webcam.

Jika perangkat membutuhkan driver tambahan, gunakan sumber resmi atau utilitas driver yang disediakan Ubuntu. Hindari memasang driver Linux dari situs acak hanya karena menemukan tutorial di internet.

23. Pasang Aplikasi yang Benar-Benar Dibutuhkan

Setelah sistem stabil, baru pasang aplikasi tambahan sesuai kebutuhan.

Pengguna kantor mungkin membutuhkan aplikasi dokumen dan browser. Developer dapat membutuhkan editor kode, Git, compiler, container tools, atau runtime tertentu. Pengguna multimedia dapat membutuhkan aplikasi pemutar dan pengolah media.

Tidak perlu memasang puluhan aplikasi sekaligus. Sistem yang lebih sederhana lebih mudah dirawat dan lebih mudah ditelusuri jika suatu saat muncul masalah.

24. Jika Ingin Dual Boot, Uji Windows dan Ubuntu

BAGIKAN
Sebarkan artikel bermanfaat ini ke teman-temanmu
URL artikel akan disertakan saat membagikan

Last search
AI Terbaru 2026: 7 Teknologi yang Mengubah Cara Kerja
Menyembunyikan
Airdrop
Spark
lacak hape
Lala widy
Hilang
X plore
lacakhape
teknologi+5g