Jika bubble terasa terlalu mencolok, coba kurangi transparansi atau ubah tampilannya jika opsi tersebut tersedia. Jika tetap terasa tidak nyaman, matikan fitur dan berhenti menggunakan layar.
Jika Anda sudah mencari Motion Assist tetapi tidak menemukannya, periksa beberapa hal berikut.
Pastikan perangkat menggunakan versi Android yang kompatibel dengan fitur tersebut.
Buka Settings dan periksa apakah ada pembaruan sistem yang tersedia.
Beberapa fitur Android bergantung pada komponen layanan Google. Jika Motion Assist belum muncul, pastikan Google Play Services pada perangkat sudah mendapatkan pembaruan terbaru yang tersedia.
Jangan hanya mencari menu secara manual. Ketik Motion Assist di kolom pencarian Settings karena posisi menu dapat berbeda antara perangkat.
Google mencatat bahwa ketersediaan fitur dan produk Android dapat berbeda berdasarkan perangkat, wilayah, operator, serta kondisi kompatibilitas.
Jadi, dua smartphone yang sama-sama menjalankan versi Android tertentu belum tentu mendapatkan seluruh fitur pada waktu yang sama.
Motion Assist diperkenalkan sebagai fitur Android, bukan aplikasi pihak ketiga yang harus dicari secara sembarangan di Play Store.
Jika Anda tidak menemukan fitur tersebut, jangan langsung memasang aplikasi yang menggunakan nama Motion Assist dari pengembang yang tidak dikenal.
Periksa terlebih dahulu Settings, pembaruan sistem, dan sumber resmi Android. Ini penting karena aplikasi dengan nama yang mirip belum tentu merupakan fitur resmi dari Google.
Motion Assist dirancang untuk penumpang. Fitur ini tidak mengubah aturan keselamatan ketika menggunakan smartphone di kendaraan.
Pengemudi tetap harus fokus pada jalan. Jangan membaca artikel, membalas pesan, menonton video, atau melakukan aktivitas lain di smartphone ketika kendaraan sedang bergerak.
Motion Assist juga bukan fitur navigasi. Bubble yang muncul di layar tidak memberikan petunjuk arah, tidak menentukan rute, dan tidak membuat penggunaan smartphone ketika mengemudi menjadi aman.
Jika Anda adalah pengemudi dan perlu menggunakan HP, lakukan ketika kendaraan sudah berhenti di tempat yang aman.
Fitur ini paling relevan bagi pengguna yang sering menjadi penumpang dan mengalami ketidaknyamanan ketika melihat layar selama perjalanan.
Misalnya saat perjalanan menggunakan mobil selama satu atau dua jam, ketika Anda ingin membaca artikel, membalas pesan, melihat dokumen, atau melakukan aktivitas lain di smartphone.
Motion Assist juga dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang sebelumnya selalu harus berhenti menggunakan HP karena mulai merasa mual ketika kendaraan bergerak.
Namun, jika Anda tidak mengalami masalah ketika menggunakan HP di dalam kendaraan, tidak ada keharusan untuk mengaktifkan fitur ini.
Motion Assist bukan satu-satunya hal yang dapat diperhatikan. Cara menggunakan HP selama perjalanan juga berpengaruh terhadap kenyamanan.
Motion Assist menarik karena mencoba menyelesaikan masalah penggunaan layar dari sisi visual, bukan hanya dengan mengubah ukuran teks atau mengurangi animasi.
Namun, fitur ini tetap bukan solusi yang cocok untuk semua orang. Efeknya bergantung pada respons masing-masing pengguna terhadap gerakan kendaraan dan tampilan visual pada layar.
Karena itu, cara terbaik untuk mengetahuinya adalah mencoba fitur ketika menjadi penumpang dalam kondisi yang aman. Jika terasa membantu, Anda dapat mempertahankan pengaturan tersebut. Jika malah membuat pusing atau mual, matikan dan gunakan cara lain yang lebih nyaman.
Dengan begitu, Motion Assist dapat digunakan sesuai kebutuhan tanpa menganggapnya sebagai jaminan bahwa mabuk perjalanan akan hilang.
Sumber resmi: Google Android dan Android Help.