MediaTek Dimensity 9600 Pro Resmi: Chip 2nm dengan AI 30 Miliar Parameter

MediaTek Dimensity 9600 Pro Resmi: Chip 2nm dengan AI On-Device hingga 30 Miliar Parameter

MediaTek resmi memperkenalkan Dimensity 9600 Pro pada 15 September 2026. Chipset flagship terbaru ini membawa perubahan yang cukup besar dibanding generasi sebelumnya, terutama pada proses manufaktur 2nm, desain CPU all-big-core, pemrosesan AI di perangkat, GPU generasi baru, serta dukungan memori dan penyimpanan yang lebih modern.

Yang membuat Dimensity 9600 Pro menarik bukan hanya angka frekuensi CPU yang mencapai 4,55 GHz. MediaTek secara bersamaan meningkatkan beberapa bagian penting dalam sebuah platform smartphone: CPU untuk komputasi umum, GPU untuk grafis dan gaming, NPU untuk AI, ISP untuk kamera, serta subsistem memori dan penyimpanan.

MediaTek juga menjadikan on-device AI sebagai salah satu fokus utama. Perusahaan menyebut Dimensity 9600 Pro dapat menangani model AI hingga 30 miliar parameter secara langsung di perangkat. Ini menunjukkan bagaimana fungsi AI pada smartphone mulai bergerak dari sekadar fitur tambahan menjadi bagian dari desain chipset itu sendiri.

2nm Menjadi Perubahan Teknologi Terbesar

Dimensity 9600 Pro merupakan chipset smartphone pertama MediaTek yang menggunakan proses manufaktur 2nm. Teknologi ini dibuat menggunakan proses fabrikasi TSMC generasi terbaru yang menjadi dasar untuk meningkatkan kepadatan transistor dan efisiensi platform.

 

 

Istilah 2nm sering disalahartikan sebagai ukuran fisik transistor secara langsung. Dalam praktik industri semikonduktor modern, angka node seperti 2nm lebih tepat dipahami sebagai nama generasi proses manufaktur. Angka tersebut tidak berarti setiap transistor di dalam chip memiliki ukuran tepat 2 nanometer.

Keuntungan node yang lebih maju terletak pada kemampuan memasukkan transistor dalam jumlah lebih besar dan mengoptimalkan karakteristik performa serta konsumsi daya. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada desain arsitektur chip.

 

Itulah sebabnya sebuah chipset 2nm tidak otomatis dua kali lebih cepat daripada chipset 4nm. Fabrikasi hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan desain.

Pada Dimensity 9600 Pro, MediaTek memanfaatkan node tersebut bersama desain CPU baru, NPU baru, GPU baru, serta sistem manajemen daya untuk mengejar kombinasi performa dan efisiensi.

CPU All-Big-Core hingga 4,55 GHz

MediaTek menggunakan konfigurasi CPU 2+3+3 All Big Core pada Dimensity 9600 Pro. Susunan tersebut terdiri dari dua core Arm C2-Ultra dengan frekuensi hingga 4,55 GHz, tiga core C2-Pro hingga 4,35 GHz, dan tiga core C2-Pro hingga 3,1 GHz.

Konsep all-big-core menjadi salah satu bagian penting dari desain ini. Seluruh core CPU berada pada kelas performa tinggi, meskipun masing-masing kelompok memiliki konfigurasi dan frekuensi berbeda.

Desain tersebut dapat memberikan fleksibilitas ketika smartphone menjalankan berbagai jenis pekerjaan. Beban ringan tidak selalu membutuhkan core tercepat, sedangkan pekerjaan berat seperti kompilasi, pemrosesan foto, multitasking intensif, dan aplikasi tertentu dapat memanfaatkan core dengan kemampuan lebih tinggi.

MediaTek mengklaim peningkatan performa single-core hingga 17 persen dan multi-core hingga 15 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Perusahaan juga mengklaim konsumsi daya multi-core dapat berkurang hingga 61 persen.

Angka tersebut perlu diberi konteks. Ini adalah hasil pengujian yang diklaim MediaTek berdasarkan konfigurasi dan metode pengujian internal perusahaan. Angka tersebut belum dapat dianggap sebagai gambaran pasti untuk semua smartphone yang nantinya menggunakan chipset ini.

Kenapa Efisiensi Bisa Lebih Penting daripada Benchmark?

Performa puncak hanya berlangsung selama kondisi perangkat memungkinkan. Smartphone yang menjalankan beban berat dalam waktu lama akan menghasilkan panas. Ketika temperatur meningkat, sistem dapat mengurangi frekuensi kerja untuk menjaga temperatur dan konsumsi daya.

Karena itu, efisiensi menjadi sangat penting untuk penggunaan nyata.

Misalnya, sebuah game mungkin dapat menghasilkan frame rate tinggi pada beberapa menit pertama. Namun pengalaman pengguna akan lebih bergantung pada kemampuan perangkat mempertahankan performa tersebut setelah bermain selama 30 menit atau satu jam.

Hal yang sama berlaku ketika pengguna melakukan ekspor video, menjalankan model AI lokal, mengambil banyak foto secara berurutan, atau melakukan multitasking berat.

Dengan proses 2nm dan peningkatan desain internal, MediaTek mencoba mendapatkan lebih banyak performa dari setiap watt daya yang digunakan. Seberapa berhasil pendekatan tersebut baru dapat dinilai secara independen setelah smartphone komersialnya tersedia.

Dimensity 9600 Pro Dirancang untuk Era AI Lokal

Perubahan paling menarik pada chipset ini justru berada di bagian AI.

MediaTek menggunakan dual-NPU dan Agentic AI Engine untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan. Perusahaan menyebut platform tersebut mampu menjalankan model AI hingga 30 miliar parameter secara on-device.

Parameter bukan ukuran sederhana mengenai “seberapa pintar” sebuah AI. Parameter merupakan nilai yang digunakan model untuk memproses informasi. Model dengan jumlah parameter lebih besar biasanya membutuhkan sumber daya komputasi dan memori yang lebih besar, meskipun ukuran parameter bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan model.

Karena itu, dukungan 30 miliar parameter menunjukkan kemampuan komputasi AI yang besar, tetapi bukan berarti setiap aplikasi pada smartphone akan menjalankan model 30B.

Apa Bedanya AI On-Device dengan AI Cloud?

Pada layanan AI berbasis cloud, smartphone mengirimkan data atau permintaan ke server. Server menjalankan model AI dan mengirimkan hasilnya kembali ke perangkat.

Sementara itu, on-device AI memungkinkan sebagian proses dilakukan langsung pada smartphone.

Aspek AI On-Device AI Cloud
Lokasi pemrosesan Smartphone Server
Ketergantungan internet Dapat lebih rendah untuk tugas tertentu Umumnya membutuhkan koneksi
Latensi Berpotensi lebih rendah Dipengaruhi koneksi dan server
Privasi Data tertentu dapat tetap lokal Data dapat dikirim ke server sesuai layanan
Ukuran model Dibatasi kemampuan perangkat Dapat menggunakan infrastruktur server yang jauh lebih besar

Namun, pembagian tersebut tidak selalu hitam-putih. Smartphone modern dapat menggunakan pendekatan hybrid AI, yaitu sebagian pekerjaan dilakukan secara lokal dan tugas yang lebih berat diteruskan ke cloud.

Dengan kemampuan NPU yang lebih tinggi, produsen smartphone memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan bagian mana yang dapat dijalankan secara lokal.

NPU 1090 Mengejar Performa AI per Watt

MediaTek menyebut NPU 1090 pada Dimensity 9600 Pro memberikan peningkatan hingga 51 persen pada LLM prefill dan hingga 55 persen pada token generation per watt dibandingkan generasi sebelumnya.

Istilah prefill berkaitan dengan tahap ketika model memproses konteks atau input sebelum menghasilkan jawaban. Sementara token generation merupakan proses menghasilkan keluaran secara bertahap.

Tambahan kata per watt pada metrik kedua juga penting. Yang diukur bukan sekadar kecepatan absolut, tetapi seberapa banyak proses yang dapat dilakukan untuk konsumsi daya tertentu.

Ini relevan pada smartphone karena AI membutuhkan komputasi intensif. Jika semua proses AI dibebankan ke CPU atau GPU, konsumsi daya dan panas dapat meningkat.

NPU memungkinkan beban kerja AI tertentu diarahkan ke unit yang memang dirancang untuk operasi neural network.

Agentic AI Bukan Sekadar Chatbot

MediaTek juga memperkenalkan Agentic AI Engine. Istilah agentic AI mengacu pada sistem AI yang tidak hanya menghasilkan jawaban, tetapi dapat menggunakan konteks dan menjalankan serangkaian tindakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam konsep tersebut, AI dapat bergerak dari pola “tanya-jawab” menuju pola “perintah-tugas-hasil”.

Contohnya, pengguna tidak hanya meminta AI menjelaskan jadwal perjalanan. Sistem agentic secara teoritis dapat membantu menyusun langkah-langkah berdasarkan konteks yang tersedia dan menjalankan tindakan yang memang diizinkan oleh aplikasi.

Namun, kemampuan nyata tetap bergantung pada software. Chipset menyediakan kemampuan komputasi, tetapi produsen smartphone dan pengembang aplikasi yang menentukan bagaimana kemampuan agentic tersebut digunakan.

Jadi, membeli smartphone dengan Dimensity 9600 Pro tidak otomatis berarti pengguna mendapatkan seluruh fitur agentic AI yang dipromosikan pada tingkat platform.

GPU G2-Ultra NX untuk Gaming

Dimensity 9600 Pro menggunakan GPU G2-Ultra NX. MediaTek mengklaim peningkatan peak performance hingga 27 persen dan pengurangan konsumsi daya pada peak performance hingga 24 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

GPU tersebut juga diklaim meningkatkan kemampuan ray tracing hingga 18 persen.

Ray tracing merupakan teknik rendering yang mensimulasikan perjalanan cahaya untuk menghasilkan pencahayaan, pantulan, dan bayangan yang lebih realistis. Teknologi ini membutuhkan komputasi cukup besar sehingga peningkatan kemampuan hardware dapat membantu perangkat mobile menangani efek tersebut dengan lebih baik.

MediaTek juga menyebut kemampuan gaming hingga 185fps dalam kondisi pengujian tertentu.

Angka frame rate tersebut tidak boleh langsung diterjemahkan sebagai “semua game berjalan 185fps”. Game harus mendukung frame rate tinggi, layar harus memiliki refresh rate yang sesuai, dan performa akhir juga dipengaruhi resolusi, pengaturan grafis, sistem pendingin, serta optimasi software.

Memori LPDDR6 dan Penyimpanan UFS 5.0

Performa CPU dan GPU tidak berdiri sendiri. Smartphone juga membutuhkan sistem memori dan penyimpanan yang mampu mengikuti kecepatan prosesor.

Dimensity 9600 Pro mendukung LPDDR6 dan UFS 5.0.

LPDDR6 berkaitan dengan memori kerja yang digunakan sistem dan aplikasi, sedangkan UFS 5.0 merupakan standar penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan sistem operasi, aplikasi, foto, video, dan data pengguna.

Dukungan terhadap generasi memori dan penyimpanan baru menjadi semakin penting karena beban kerja smartphone terus berkembang. Aplikasi AI, kamera beresolusi tinggi, game dengan aset besar, dan kemampuan multitasking semuanya membutuhkan bandwidth serta kecepatan akses data yang tinggi.

MediaTek juga menyebut chipset ini memiliki total cache sebesar 34,5 MB.

Dimensity Scheduling Engine Mengatur Beban Kerja

MediaTek memperkenalkan Dimensity Scheduling Engine untuk membantu mengoordinasikan sumber daya CPU, GPU, NPU, memori, dan software.

Hal ini penting karena smartphone modern jarang menjalankan satu jenis pekerjaan saja.

Bayangkan pengguna sedang membuka kamera sambil menjalankan aplikasi musik dan menerima notifikasi, kemudian melakukan pemrosesan gambar berbasis AI. Sistem harus menentukan unit komputasi mana yang digunakan, berapa besar daya yang dialokasikan, dan bagaimana menjaga temperatur perangkat.

Semakin banyak jenis akselerator yang tersedia di dalam chipset, semakin penting pula sistem pengelolaannya.

Jadi, peningkatan chipset modern bukan hanya tentang menambahkan core yang lebih cepat. Kemampuan mengatur seluruh komponen secara efisien juga menjadi bagian penting dari desain platform.

ISP Imagiq 1290 Membawa AI ke Kamera

MediaTek memasangkan Dimensity 9600 Pro dengan Imagiq 1290, sistem pemrosesan gambar yang dirancang untuk menangani beban kerja fotografi dan video.

MediaTek juga memperkenalkan AI Imaging Fusion, yang menggabungkan kemampuan pemrosesan gambar dengan AI.

Fitur yang disebut perusahaan mencakup 60fps motion capture, perekaman video 4K240 untuk ultra-slow-motion, 4K60 AI True Color Tone, serta dukungan 4K120 cinematic log.

Namun sekali lagi, dukungan chipset tidak sama dengan jaminan fitur pada setiap smartphone.

Produsen masih harus menyediakan sensor kamera yang sesuai, modul kamera, sistem pendingin, penyimpanan yang cukup cepat, serta software kamera yang dapat memanfaatkan kemampuan ISP.

Perbedaan Chipset dan Smartphone Perlu Dipahami

Ini bagian yang sering hilang ketika spesifikasi chipset diberitakan.

Chipset bukan smartphone.

Chipset hanya merupakan salah satu komponen utama. Dua smartphone dengan Dimensity 9600 Pro dapat memberikan pengalaman berbeda meskipun menggunakan SoC yang sama.

Komponen Pengaruh terhadap pengalaman pengguna
Chipset CPU, GPU, NPU, ISP dan konektivitas
RAM Multitasking dan aplikasi yang berjalan bersamaan
Penyimpanan Kecepatan membaca/menulis data
Baterai Daya tahan perangkat
Sistem pendingin Kemampuan mempertahankan performa
Software Optimasi CPU, GPU, AI, kamera dan fitur sistem
Layar Refresh rate dan kualitas tampilan
Sensor kamera Kualitas foto dan video

Karena itu, konsumen sebaiknya tidak memilih smartphone hanya berdasarkan nama chipset.

Dimensity 9600M Hadir Bersamaan

Selain Dimensity 9600 Pro, MediaTek juga memperkenalkan Dimensity 9600M.

Keduanya berada dalam keluarga platform flagship baru, tetapi bukan chipset yang identik.

Dimensity 9600 Pro menggunakan proses 2nm, sedangkan Dimensity 9600M menggunakan proses 3nm. Keduanya membawa sejumlah teknologi AI dan pengelolaan sumber daya generasi baru, tetapi posisinya dalam portofolio berbeda.

Perbedaan ini penting karena konsumen nantinya dapat menemukan nama “Dimensity 9600” pada beberapa perangkat dengan konfigurasi yang berbeda.

Kapan Smartphone Dimensity 9600 Pro Dirilis?

MediaTek menyatakan smartphone pertama yang menggunakan Dimensity 9600 Pro dan Dimensity 9600M diperkirakan hadir pada kuartal keempat 2026.

Dengan demikian, pengumuman chipset pada September 2026 belum berarti konsumen langsung dapat membeli perangkat berbasis chipset tersebut.

Produsen smartphone masih harus menentukan desain perangkat, kapasitas baterai, sistem pendingin, kamera, RAM, penyimpanan, software, serta strategi harga.

Informasi mengenai model smartphone tertentu, harga Indonesia, tanggal penjualan, dan fitur regional sebaiknya menunggu pengumuman resmi masing-masing produsen.

Apa yang Perlu Diperhatikan Pengguna Indonesia?

Bagi pengguna Indonesia, Dimensity 9600 Pro menarik bukan hanya karena angka 2nm atau 4,55 GHz. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi perangkat yang benar-benar tersedia di pasar.

Jika smartphone dengan chipset ini masuk Indonesia, beberapa hal layak diperiksa sebelum membeli.

  • Performa berkelanjutan: bukan hanya skor benchmark sesaat.
  • Suhu: terutama saat gaming atau menjalankan AI dalam waktu lama.
  • Baterai: apakah efisiensi chipset benar-benar menghasilkan daya tahan lebih baik.
  • Kamera: apakah produsen benar-benar mengaktifkan kemampuan ISP dan AI imaging.
  • AI lokal: fitur apa yang benar-benar berjalan di perangkat dan mana yang masih membutuhkan cloud.
  • Software: dukungan pembaruan dan optimasi yang diberikan produsen.
  • Harga: karena chipset flagship tidak otomatis membuat seluruh perangkat memiliki nilai yang sama.

Hal yang juga menarik untuk diamati adalah seberapa banyak fitur AI yang benar-benar dapat digunakan tanpa koneksi internet. Kemampuan hardware memberikan fondasi, tetapi pengalaman pengguna akhirnya ditentukan oleh model AI, aplikasi, sistem operasi, dan kebijakan produsen.

Persaingan Chipset Flagship Makin Bergeser

Dimensity 9600 Pro menunjukkan arah baru persaingan chipset smartphone.

Dulu, pembahasan chipset sering berpusat pada jumlah core, frekuensi CPU, skor benchmark, dan kemampuan GPU. Sekarang, pembahasannya semakin luas: berapa banyak pekerjaan AI yang dapat dilakukan secara lokal, berapa efisien konsumsi daya, seberapa baik perangkat mempertahankan performa, dan bagaimana CPU, GPU, NPU, ISP, memori, serta software bekerja sebagai satu sistem.

Ini juga menjelaskan mengapa angka “2nm” saja tidak cukup untuk menilai sebuah smartphone.

Dimensity 9600 Pro memang membawa fondasi hardware yang sangat baru. Tetapi nilai sebenarnya bagi pengguna baru dapat terlihat ketika perangkat komersial tersedia dan diuji dalam kondisi nyata: gaming panjang, kamera, multitasking, AI lokal, temperatur, baterai, dan penggunaan sehari-hari.

Bagi industri smartphone, kemampuan menjalankan AI secara lokal hingga kelas model besar juga membuka ruang baru untuk aplikasi yang sebelumnya bergantung pada server. Jika pengembang dan produsen dapat memanfaatkan NPU secara optimal, smartphone flagship generasi berikutnya tidak hanya menjadi perangkat untuk mengakses AI, tetapi juga menjadi tempat sebagian proses AI tersebut berlangsung.

Sumber utama: MediaTek, pengumuman resmi Dimensity 9600 Pro dan Dimensity 9600M, 15 September 2026. Data performa, efisiensi, AI, GPU, kamera, memori, serta jadwal perangkat di atas mengikuti informasi yang diumumkan MediaTek dan diberi konteks ketika merupakan klaim pengujian internal.

BAGIKAN
Sebarkan artikel bermanfaat ini ke teman-temanmu
URL artikel akan disertakan saat membagikan
Dipublikasikan: 16 Sep 2026 pukul 21.05
Penulis: All-ghani
Rating:
140
Anda belum login. Silakan masuk untuk memberikan komentar.
Last search
Samsung s26
X plore
Menyembunyikan
Lala widy
Android
AI Terbaru 2026: 7 Teknologi yang Mengubah Cara Kerja
Android 17
lacakhape
lacak hape
Spark